Sunday, February 17, 2013

Berwisata di Hutan Gunung Meja Manokwari

Burung Taun-taun di Gunung Meja Manokwari - photo oleh Rhett Butler
Gunung Meja adalah sebuah kawasan hutan yang terletak di tengah-tengah kota Manokwari. Saat ini Gunung Meja berstatus sebagai Taman Wisata Alam. Hutan ini bisa dijelajahi selama satu hari penuh. Sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke sana untuk melihat burung, bunga, serangga, tanaman dan pepohonan serta melihat gua alam yang nampak menyeramkan.
Hari ini saya menemani dua orang wisatawan Indonesia yang berasal dari Surabaya mengunjungi Pulau Mansinam dan Gunung Meja. Karena waktu telah menunjukkan pukul 4 saat kami memasuki kawasan hutan tersebut maka kami hanya bisa melakukan kegiatan hiking menelusuri jalan beraspal yang menembus Gunung Meja dari Ayambori sampai Amban (lokasi kampus Universitas Papua). Kami sempat pula singgah sebentar di Tugu Jepang. Wisatawan dalam negeri asal Surabaya tersebut nampak kaget saat melihat luwing yang berukuran besar dengan panjang badan sekitar 10 cm. Perjalanan sore itu kami lakukan dengan agak tergesa-gesa karena hujan turun deras sekali.
Bunga Thunbergia grandiflora di Gunung Meja - foto oleh Charles Roring
Selain dua wisatawan asal Surabaya, saya juga sudah pernah mengantar wisatawan Amerika, Belanda, Perancis dan Jerman ke dalam hutan Gunung Meja. Kami melihat burung taun-taun, kakaktua dan berbagai jenis tanaman yang hidup di hutan tersebut. Burung taun-taun suka sekali makan buah pala hutan dan buah beringin. Kalau sedang terbang, kepakan sayapnya terdengar seperti suara hembusan angin yang membahana di angkasa. Ada pula kumbang biru turquoise yang bernama Eupholus. 
Kira-kira antara tahun 1942-1944, pasukan Jepang membangun pos-pos pertahanan di dalam hutan untuk menghadapi serangan Pasukan Sekutu selama Perang Pasifik. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Pemerintah Jepang membangun sebuah tugu peringatan untuk tentara mereka di Gunung Meja. 
Teluk Dore Manokwari dilihat dari Gunung Meja - foto oleh Charles Roring
Selain tugu Jepang, sisa-sisa peninggalan Perang Pasifik yang pernah saya lihat di Gunung Meja adalah Gua Jepang serta Bomb Shelter yang tersebar di sekeliling kota. Sayang sekali, goa Jepang di Gunung Meja telah ditutupi oleh rumput yang tebal. Sedangkan bomb shelter yang ada di dalam kota Manokwari pada umumnya tidak dirawat dengan baik oleh pemerintah.
Jika Anda adalah seorang pengamat burung dan ingin sekali melihat berbagai jenis burung di dalam hutan Gunung Meja maka waktu yang terbaik adalah di pagi hari sekitar jam enam. Saat itu, banyak burung yang mulai aktif di sana. Ada juga kupu-kupu yang berwarna-warni. Bila sinar matahari telah menerpa kelopak bunga-bunga liar di pagi hari, bunga itu akan mekar dan menyebarkan aroma khusus yang menarik datangnya kupu-kupu untuk mengisap sarinya. 
Nah, jika suatu saat nanti Anda berkesempatan jalan-jalan ke ibu kota Provinsi Papua Barat ini, jangan lupa berkunjung ke Gunung Meja. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

No comments:

Post a Comment