Friday, April 19, 2013

Paket Wisata di Raja Ampat yang Fantastis Harganya

Paket Wisata untuk wisatawan Indonesia
Jika Anda berminat berkunjung ke Raja Ampat, silahkan membaca artikel: Paket Wisata Raja Ampat

Ketersediaan: Oktober, November, Januari, Februari, Maret, April, Mei
Jumlah peserta: minimal 4, maksimal 8 orang
Aktivitas: Melihat pemandangan, snorkeling
Harga: Rp. 10 juta rupiah/ orang
Harga sudah termasuk penginapan 2 malam (saat tiba di dan sebelum meninggalkan kota Sorong), pin masuk Raja Ampat untuk wisatawan domestik, penginapan di homestay, makanan dan air minum, kontribusi bagi kampung atau lokasi wisata yang kita kunjungi serta jasa bagi guide maupun boat driver dan navigatornya.
Harga tidak termasuk tiket pesawat, asuransi perjalanan, soft drink dan alcoholic drink serta pengeluaran pribadi lainnya.

Itinerary:
Hari 1
Saya akan menemui rombongan Anda di bandara Domine Eduard Osok Sorong dan mengantar kalian ke hotel.
Silahkan istirahat.

Hari 2
Transfer dari Sorong ke Raja Ampat
Kita akan menginap di salah satu homestay di Raja Ampat.
Kita akan snorkeling di Selat Yenbuba. Sangat saya sarankan agar para peserta tour membawa alat snorkeling sendiri (masker, pipa snorkel dan fins).

Hari 3
Kita akan melakukan perjalanan ke Teluk Kabui untuk melihat pulau-pulau Karst yang indah dan juga menikmati snorkeling di sana. Ada banyak spesies ikan yang hidup di sana seperti anemonefish, striped surgeonfish dan damselfish.
Setelah makan siang, kita akan snorkeling di Friwen atau Batu Lima atau jalan-jalan di pasir timbul, tergantung cuaca dan arus laut.

Hari 4
Pagi-pagi sekali, kita akan melakukan perjalanan ke Pianemo untuk melihat pemandangan gugusan pulau-pulau Karst. Saat kembali, kita bisa menikmati snorkeling di Pos atau di dermaga Arborek. Spesies ikan yang bisa dilihat antara lain: scad, giant trevally, grouper, baracuda, butterflyfish, moorish idol serta

Hari 5
Kita akan menuju ujung barat Pulau Mansuar untuk menikmati snorkeling di sana, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampung Sawondarek serta trekking ke Danau (optional).

Hari 6
Setelah sarapan pagi, kita akan berangkat meninggalkan Raja Ampat menuju kota Sorong.

Hari 7
Transfer ke Bandara DEO Sorong
Selesai

Ajaklah teman-teman Anda untuk bergabung sehingga Perjalanan Wisata ke Raja Ampat menjadi lebih meriah dan menyenangkan.

Reservasi:
Silahkan menghubungi saya (Charles Roring) lewat email: peace4wp@gmail.com atau nomor hp: 081332245180 untuk memesan paket wisata ini.


Paket Wisata di Manokwari
Untuk wisatawan Indonesia yang ingin liburan ke Manokwari (ibu kota Provinsi Papua Barat), saya juga menyediakan paket wisata dengan rincian sebagai berikut:
Ketersediaan: Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober
Jumlah Peserta: Minimal 3 dan Maksimal 6 orang
Aktivitas: Melihat pemandangan, snorkeling
Harga: Rp. 9 juta rupiah/ orang
Harga sudah termasuk penginapan di kota Manokwari, penginapan, makanan dan air minum, kontribusi bagi kampung atau lokasi wisata yang kita kunjungi serta jasa bagi guide maupun boat driver dan navigatornya, transportasi dengan kendaraan 4WD ke kawasan Pegunungan Arfak.
Harga tidak termasuk tiket pesawat, asuransi perjalanan, soft drink dan alcoholic drink serta pengeluaran pribadi lainnya.


Rencana Perjalanan
Hari 1
Tiba di Manokwari
City Tour

Hari 2
Perjalanan ke Danau Anggi di Pegunungan Arfak
Menginap di pinggir Danau

Hari 3
Kembali ke Manokwari

Hari 4
Snorkeling di Teluk Dore Manokwari

Hari 5
Snorkeling di Angresi, Manokwari

Hari 6
Kunjungan ke Pantura

Hari 7
Transfer ke Bandara
Danau Anggi di Manokwari
Danau Anggi di Pegunungan Arfak, Manokwari - Papua Barat

Terumbu Karang di Manokwari
Terumbu Karang di Manokwari
Di mana Manokwari berada?
Sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat, Manokwari terletak di ujung timur daerah kepala burung dari Pulau Papua. Kota ini terletak di sepanjang Teluk Dore yang dulu dijadikan sebagai lokasi penjelajahan oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace pada tahun 1858. Selain menikmati snorkeling, para pelancong yang datang ke Manokwari bisa berkunjung ke Pulau Mansinam, Pulau Lemon, Pulau Raimuti atau Pulau Kaki yang terletak di sekitar kota Manokwari. Pegunungan Arfak yang berada di sebelah selatan mudah dicapai dengan pesawat dan kapal.

Wisatawan Eropa di Pulau Mansinam Manokwari



ditulis oleh Charles Roring

Thursday, April 18, 2013

Melihat Keindahan Terumbu Karang di Manokwari

Manokwari adalah ibukota Provinsi Papua Barat. Sebagai kota yang terletak di pesisir pantai, Manokwari memiliki banyak tempat yang ditumbuhi oleh terumbu karang. Salah satunya berada di Pantai Abasi. Letaknya di sebelah timur Manokwari. Wisatawan asing suka ke sana untuk menikmati olahraga selancar air (wave surfing). Pantai Abasi juga memiliki gugusan terumbu karang yang menyebar di bawah laut dari tepi pantai hingga di kedalaman. Ikan dan karang meja yang berwarna-warni merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin melihatnya.
Anemone di Perairan Abasi - Manokwari
Setiap orang yang ingin menikmati kegiatan snorkeling (berenang menggunakan masker kaca dan pipa untuk bernapas), perlu membawa peralatan sendiri seperti mask, snorkel serta fins. Wisatawan bisa menyewa perahu dari penduduk setempat. Harga sewa sebuah perahu yang bisa mengangkut 2 orang penumpang + pengemudinya kurang lebih Rp. 100.000/hari.
Henoch Marien
Saat menyelam di dalam air, kita akan merasa seakan-akan sedang berada di dalam sebuah akuarium raksasa yang di penuhi dengan berbagai jenis ikan hias. Terumbu karang secara fisik nampak seperti tanaman hias yang tumbuh di dalam air. Sebenarnya terumbu karang dikategorikan sebagai binatang. Terumbu karang memerlukan waktu puluhan tahun untuk membentuk karang seukuran kepala manusia.
Selain itu pula, terumbu karang dipandang sebagai hutan hujan tropis dari lautan. Untuk bertumbuh, terumbu karang menyerap CO2 yang terlarut di dalam air. Oleh karena itu, peranannya dalam melawan gejala pemanasan bumi (global warming) sangatlah penting. Sebagai rumah ikan, terumbu karang perlu dilindungi agar dapat terus menyuplai makanan bagi manusia secara berkesinampungan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikannya sebagai daya tarik pariwisata. Wisatawan domestik maupun manca-negara yang berkunjung dan menikmati olahraga snorkeling dan diving di Manokwari secara langsung akan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat. Dengan penghasilan itu, mereka akan merasakan bahwa memang terumbu karang sangatlah berguna bagi kehidupan mereka. Jadi terumbu karang perlu dan harus dilestarikan.
Jika Anda tertarik untuk menikmati kegiatan snorkeling di Pantai Abasi Manokwari, silahkan menghubungi sahabat saya, Salo Rumadas di email: abasiklubsurfing@gmail.com. 
Info harga:
Transportasi dari pusat kota Manokwari ke Pantai Abai dengan kendaraan ojek Rp. 15.000
Sewa perahu Rp. 100,000
Guide (pemandu) Rp.200.000/hari

Peselancar Dunia di Tanjung Bakaro Manokwari

oleh Charles Roring
Foto di bawah ini menunjukkan seorang wisatawan bernama Alberto Castro dari Brazil sedang menikmati kegiatan selancar air (wave surfing) di Pinto Angin - Tanjung Bakaro, Manokwari. Alberto adalah seorang peselancar yang sudah sangat berpengalaman. Dia beserta beberapa teman dari tim SurfExplore berkunjung ke kota ini pada bulan Februari hingga Maret yang lalu.  Mereka melakukan eksplorasi berbagai tempat di pesisir pantai utara (pantura) Manokwari untuk ombak-ombak besar.

Kawasan pantura di wilayah Manokwari berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Selama bulan November hingga April perairan pantainya diterpa oleh ombak besar yang ketinggiannya mencapai beberapa meter sehingga cocok untuk olahraga selancar air. Ada banyak tempat di Manokwari yang telah mereka tentukan sebagai spot surfing terbaik. Salah satunya adalah di Pinto Angin. Di sini, hanya peselancar yang sudah berpengalaman saja yang boleh melaut. Bagi peselancar yang masih berada pada tingkat pemula (beginners), kawasan pesisir yang saya rekomendasikan adalah Pantai Amban, Tanjung Pepaya serta Tanjung Bakaro.
Kota Manokwari sudah memiliki sebuah klub untuk para peselancar. Namanya Abasi Klub Surfing. Mereka juga sudah mempunyai blog yang tertulis dalam bahasa Inggris yakni abasiklubsurfing.blogspot.com. Jika Anda adalah seorang peselancar yang tertarik untuk berburu ombak di Manokwari, saya sarankan untuk bertemu dengan anggota-anggota dari Abasi Klub Surfing.
Belum ada surfcamp di sekitar pantai Abasi maupun Tanjung Bakaro. Para pelancong yang berkunjung ke Manokwari bisa menginap di rumah-rumah penduduk dan di beberapa hotel yang ada di kota ini. Setiap peselancar hendaknya didampingi oleh surfguide yang sudah berpengalaman dari Abasi Klub Surfing. Hal ini untuk memastikan agar para peselancar mengetahui spot surfing yang aman buat mereka, dan kondisi di bawah airnya apakah berbatu-batu atau berpasir.
Setelah para peselancar dunia dari tim SurfExplore itu kembali ke negara masing-masing, mereka menerbitkan sebuah artikel di situs surfline. Situs yang diperuntukkan khusus bagi olah raga selancar akan membantu mempromosikan pinto angin sebagai destinasi alternatif untuk berselancar di Indonesia. Silahkan menghubungi kawan saya, Salo lewat email ke abasiklubsurfing@gmail.com jika Anda berencana berselancar di Manokwari.

Wednesday, April 17, 2013

Ikan Bakar di Ambon Memang Lezat

Suatu malam ketika berada di Ambon, saya merasa lapar sekali. Hari sudah menunjukkan jam 8 dan cuaca di luar masih hujan. Kepada senior - Rudi Fofid, saya menanyakan tempat makan ikan bakar yang bisa dijangkau di malam hari. Lima belas menit kemudian, saya diboncengi oleh Opa Rudi (demikian nama kerennya) menuju pusat kota. Hujan rintik-rintik masih terasa di badan ketika kami meninggalkan studio radio menamoeria.
Hidangan ikan bakar di kota Ambon
Kami pun tiba di sebuah rumah makan kecil yang berada tak jauh dari Ambon Plaza. Beberapa orang pengunjung sudah duduk di situ. Ikan bakar merupakan menu yang suka saya pesan ketika berkunjung ke Ambon. Harganya sekitar Rp. 40.000 per porsi. Saya dan Opa Rudi duduk di meja yang berhadapan dengan pintu masuk. Sambil menunggu kedatangan ikan bakar tersebut, kami bercerita tentang rekonsiliasi di Maluku, eko-wisata serta pelestarian alam dan terumbu karang Maluku. Opa Rudi mengutarakan angan-angannya untuk membangun museum sejarah alam di kampung halamannya Ngilngof.
Akhirnya ikan bakar pesanan kami pun tiba. Saya menyantapnya dengan lahap. Memang ikan bakar di Ambon ini lezat sekali rasanya.
Ambon adalah sebuah kota teluk yang indah di Maluku. Sebagai destinasi, para pelancong bisa menikmati berbagai aktivitas wisata alam di pulau ini. Snorkeling, diving, trekking, birdwatching merupakan kegiatan yang umum dilakukan wisatawan. Nah, jika Anda berkunjung ke Ambon - ibukota Provinsi Maluku, jangan lupa untuk mencoba ikan bakarnya. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Anda Perlu GPS map agar tidak tersesat di hutan

Karena sering mengantar tamu asing di tengah hutan, saya memerlukan peralatan navigasi seperti Garmin GPSMAP 60CSx Handheld GPS Navigator. Peralatan ini bermanfaat sekali dalam menentukan posisi di peta serta ketinggian dari permukaan air. Adanya GPS secara psikologis dan teknis memberikan rasa aman kepada setiap tamu yang mengikuti penjelajahan hutan di alam Papua. Wisatawan itu datang dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris serta Russia. Ada juga beberapa orang yang berasal dari Asia seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Mereka suka melihat burung, bunga, serta mandi di sungai yang airnya jernih.
Wisatawan Belanda di sebuah danau di Manokwari - Papua
Perjalanan di dalam hutan dengan sungai dan jalan setapak yang berliku-liku membuat banyak wisatawan yang mengalami kebingungan untuk menentukan arah mata angin. Hal ini tentu mengkuatirkan di mata mereka. Untuk menghilangkan semua kekuatiran itu, saya selalu menggenggam GPSmap. Alat ini meskipun kecil dan menyerupai ponsel bisa menentukan arah mata angin baik utara, selatan, timur dan barat serta kecepatan perjalanan. Banyak perusahaan elektronik yang memasukan fitur gadget di dalam kamera, ponsel, dan tablet mereka. Semua itu ada gunanya jika kita sedang berada di suatu tempat yang tidak kita kenal sama sekali. Sebenarnya peralatan GPS bukan merupakan sebuah kebutuhan mutlak jika wisatawan yang berjalan di dalam hutan didampingi oleh pemandu wisata setempat (local guide) yang sudah berpengalaman.
Pemandu wisata lokal lebih mampu menentukan arah mana yang harus ditempuh ketika sedang berjalan di tengah hutan yang ditutupi pohon-pohon besar. Sering kali GPS tidak bisa berfungsi dengan baik ketika kita berada dibawah tutupan dahan dan dedaunan pohon (kanopi) yang lebat.
Sebenarnya sebuah peralatan GPS tidak hanya berguna di hutan atau tempat yang tidak kita kenal tetapi juga di dalam kota. Kalau kita sedang terjebak di sebuah jalan yang padat dengan kendaraan, kita bisa mencari tahu jalur alternatif yang dapat membantu kita untuk tiba di tempat tujuan secara lebih cepat. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Kamera yang cocok untuk mengabadikan liburan Anda

Setiap kali melakukan perjalanan ke berbagai daerah, saya selalu membawa sebuah kamera digital. Dengan alat tersebut, saya mengambil gambar pemandangan, bunga, burung, masyarakat lokal, ataupun hal-hal menarik yang akan saya pakai bahan pelengkap dalam penulisan artikel di blog ini maupun website saya yang lain. Sebagai seorang pemandu wisata, saya memerlukan kamera untuk mendokumentasikan semua kegiatan saya untuk keperluan promosi maupun pelaporan ke kantor dinas pariwisata yang merupakan partner kerja antara swasta dan pemerintah.
Bunga yang belum teridentifikasi
Kamera sangatlah penting untuk seorang penulis seperti saya. Contohnya, ketika saya melihat bunga anggrek tanah yang tumbuh di hutan belantara Papua, saya perlu memotretnya untuk membantu proses identifikasi. Suatu hari, saya memandu seorang turis Inggris di hutan tropis yang berada kurang lebih 3 jam berjalan kaki dari daerah pinggiran kota Manokwari. Saya melihat berbagai jenis anggrek yang tumbuh baik di permukaan tanah maupun di atas pohon. Ada pula sejenis bunga berwarna oranye kemerah-merahan yang keluar dari sejenis tanaman merambat. Hingga kini, saya masih belum bisa mengidentifikasi nama spesiesnya.
Karena kamera modern bisa menyimpan ribuan foto dalam sebuah memori chip berkapasitas 8 Gb, saya sangat merekomendasikan kepada pembaca yang hendak melakukan perjalanan liburan untuk membelinya.
Pertanyaannya sekarang adalah kamera tipe apa yang cocok buat berwisata?
Nikon Coolpix P500
Berdasarkan pengalaman saya, ada dua jenis kamera yang saya rekomendasikan untuk Anda. Jika kegiatan Anda ada sangkut pautnya dengan olah raga air, belilah kamera yang bisa dipakai di dalam air. Untuk snorkeling maupun diving, Canon Power Shot G1X yang dilengkapi dengan water housing adalah gadget yang saya rekomendasikan. Harganya tergolong mahal, yaitu sekitar 9 juta rupiah. Nikon memproduksi kamera yang harganya terjangkau yakni AW 100. Olympus juga menciptakan beberapa seri kamera tahan banting yang terjangkau harganya untuk wisatawan Indonesia. Yang saya rekomendasikan adalah tipe Stylus TG-2 iHS Untuk kegiatan wisata birdwatching tentu saja pilihan kamera haruslah yang memiliki kemampuan telefoto. Kamera D-SLR yang dilengkapi lensa panjang 300 mm ditambah lagi dengan tele-converter lens harganya mencapai puluhan juta rupiah. Mungkin kamera jenis ini terlalu mahal buat Anda. Untuk membantu para pelancong yang memiliki keterbatasan keuangan, produsen kamera digital yang terkemuka telah meluncurkan point and shoot camera tipe Canon Powershot SX50 HS. Kamera ini mampu memotret subyek yang berada beberapa ratus meter jauhnya dari sang pengambil gambar. Nikon meluncurkan Coolpix P520 dengan kemampuan optikal zoom sebesar 42x. Saya pribadi menggunakan kamera lama yakni Nikon Coolpix P500 dengan pembesaran optis sebanyak 36x. Semoga penjelasan ini bisa dijadikan sebagai referens buat Anda dalam membeli kamera yang cocok untuk mendokumentasikan perjalanan Anda. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Anggrek Putih di Pegunungan Arfak

Wisatawan yang berkunjung ke Pegunungan Arfak umumnya melihat beberapa spesies burung surga di sana. Tapi sebenarnya, daerah itu memiliki banyak attraksi lain yang menarik seperti danau Anggi, kupu-kupu sayap burung dan pemandangan alam pegunungan yang luar biasa indahnya. Masyarakat adat yang tinggal di Pegunungan Arfak memiliki rumah tradisional yang unik sekali. Namanya rumah kaki seribu. Pegunungan Arfak juga memiliki sejumlah gua yang dalam.
Tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai hal-hal tersebut. Saya hanya ingin berbicara sedikit tentang bunga. Ketika berjalan di kampung-kampung yang terletak di kawasan Mokwam, saya melihat warna-warni bunga yang ditanam penduduk di halaman rumah mereka. Ada beberapa jenis yang saya kenal seperti bunga nusa indah, mawar, dan anggrek. Tapi ada banyak jenis bunga yang tidak saya kenal karena baru kali itu saya melihatnya. Setelah memotret bunga-bunga itu, saya harus mencari tahu nama spesiesnya dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Latin lewat buku Tanaman Hias Indonesia karya Iin Hasim S, terbitan Penebar Swadaya. Saya juga tentu saja meminta bantuan Oom Google untuk memperoleh informasi yang lebih mendetail tentang bunga-bunga yang saya lihat di Pegunungan Arfak tersebut. 
Salah satu anggrek Papua yang saya lihat tumbuh di batang sebuah pohon memiliki bunga yang berwarna putih. Di permukaan tanah yang ditutupi lumut, saya melihat banyak bunga putih tetapi saya ragu apakah bunga itu berasal dari anggrek yang tumbuh di atas sana. Saya kumpulkan beberapa bunga tersebut dan menciumnya. Dan bunga itu mengeluarkan bau yang wangi. Apa betul ada anggrek yang berbau wangi?
Seorang ahli bunga yang bernama Bian Tan dari Singapura mengatakan Ya. Dia berkunjung ke Manokwari awal bulan Maret ini dan dia mendaki Gunung Soyti, tempat saya melihat anggrek putih tersebut. Dia bilang memang ada beberapa spesies anggrek yang berbau wangi. Kalau ada dari antara pembaca yang tahu nama anggrek ini, tolong kasih tahu email. Terima kasih sebelumnya. Oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Monday, April 15, 2013

Jalan-jalan di Manokwari - Tamasya ke Pulau Mansinam

Pulau Mansinam yang terletak di dalam Teluk Dore - tempat kota Manokwari berada merupakan kawasan wisata sejarah yang sering dikunjungi masyarakat Papua. Menurut catatan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, pada tanggal 5 Februari 1855, 3 orang misionaris berkebangsaan Jerman mendarat di pulau itu. Mereka adalah Otto dan isterinya serta Geissler. Kedatangan mereka adalah untuk menyebarkan injil kepada orang-orang Papua yang belum mengenal agama. Kala itu, penduduk di kawasan pantai dan pegunungan masih sering terlibat perang suku satu sama lain.
Kurang lebih dua tahun kemudian, datang juga seorang peneliti berkebangsaan Inggris yang bernama Alfred Russel Wallace ke Manokwari untuk melihat burung-burung surga serta flora dan fauna yang hidup di sana. Dia sempat bertemu dengan ketiga misionaris tersebut sebagaimana ditulisnya dalam buku catatan perjalanannya di nusantara yang berjudul The Malay Archipelago.
Pulau Mansinam memiliki pantai yang indah karena ditumbuhi oleh terumbu karang. Masyarakat Papua sering ke pulau ini untuk melihat situs sejarah pendaratan ketiga misionaris tersebut. Jika Anda hanya ingin berenang dan snorkeling di Pulau Mansinam, tempat yang saya sarankan adalah di sebelah selatan pulau itu. Terumbu karang di kedalaman 1 hingga 5 meter masih dalam keadaan baik dan bisa dilihat dengan menggunakan mask. Karena tidak ada jasa penyewaan snorkeling mask di Manokwari, maka saya sarankan agar Anda membawanya sendiri sebelum berangkat ke Manokwari. Biaya taksi air dari pelabuhan ketapang Manokwari adalah Rp. 3.000/orang sekali jalan. Di samping wisata alam dan sejarah, para pengunjung yang singgah di pulau ini bisa bertemu dengan seniman setempat yang bernama Peter Rumbruren. Seniman serba bisa tersebut membangun sebuah bangunan tradisional di depan rumahnya tempat ia menaruh ukir-ukiran yang terbuat dari kayu.
Selain keindahan bawah laut yang menawan, wisatawan dapat pula melihat hutan pantai yang tumbuh di bagian belakang pulau ini. Pemerintah sedang membangun jalan lingkar pulau Mansinam untuk memudahkan masyarakat berjalan kaki atau naik sepeda mengelilinginya. Satu hal yang menarik untuk diketahui pula adalah bahwa sinyal ponsel cukup baik di pulau ini. Oleh karena itu, Anda bisa langsung meng-upload foto atau video yang mereka ambil di pulau tropis ini untuk dibagikan ke teman-teman di media sosial. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Saturday, April 13, 2013

Jalan-jalan ke Manokwari - snorkeling di Pulau Raimuti

Manokwari adalah ibukota Provinsi Papua Barat. Daerah ini juga memiliki banyak tempat-tempat alam yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Kalau Raja Ampat sangat terkenal dengan wisata bahari maka di Manokwari wisata laut, hutan, pegunungan, seni-budaya, sejarah, religi, gua, sungai, lembah, danau serta kuliner bisa menjadi andalan.
Sebagai pemandu wisata saya telah banyak sekali mengantar turis baik dari dalam dan luar negeri keliling Manokwari. Sebenarnya Manokwari memiliki lebih beragam daya tarik wisata dibandingkan Raja Ampat karena ia memiliki hutan, cerita sejarah dan kawasan perairan yang cukup menarik untuk dijelajahi. Sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Manokwari berasal dari Eropa, Amerika, Australia serta beberapa negara Asia. Mereka datang ke sini untuk melihat burung-burung surga, serangga yang berwarna-warni serta berbagai jenis bunga liar yang tumbuh di dataran tinggi Pegunungan Arfak.
Snorkeling di Pulau Raimuti
Sebelum saya berbicara lebih banyak lagi tentang berbagai kawasan wisata yang agak jauh dari kota, saya ingin menjelaskan sedikit tentang beberapa tempat menarik di sekitar Teluk Dorey Manokwari yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan. Di sebelah selatan bandar udara Rendani ada sebuah pulau kecil yang bernama Raimuti. Pulau ini dulu pernah didiami oleh penduduk. Namun karena mengalami abrasi maka pulau ini semakin mengecil. Sebagai akibatnya, penghuni Pulau Raimuti pindah ke daratan utama. Sebagai pulau karang, Raimuti memiliki pemandangan bawah laut yang sangat layak untuk dilihat oleh para pengunjung. Saya sering membawa wisatawan asing untuk menikmati kegiatan snorkeling di tempat ini. Karena di Manokwari belum ada dive center yang menyediakan jasa penyewaan alat-alat olah raga air, maka saya selalu menyarankan kepada wisatawan asing tersebut untuk membawa peralatan snorkeling sendiri. Untuk menjangkau wilayah terumbu karang, wisatawan perlu naik speedboat. Biaya sewa per hari sekitar 500 ribu/hari dengan kapasitas boatnya antara 6 sampai 10 orang. Gugusan terumbu karang di bawah laut memanjang sejauh kurang lebih satu kilometer ke arah selatan pulau tersebut.
Pada sisi terumbu karang yang menghadap daratan, kondisi terumbu karangnya cukup baik dengan berbagai jenis koral serta ikan yang berwarna-warni. Salah satu jenis yang terkenal adalah ikan Nemo. Ikan-ikan tersebut mendiami anemon yang berbentuk seperti rambut yang tergerai di dalam air. Untuk memotret pemandangan di dalam laut, saya menggunakan kamera saku yang diberi selubung kedap air. Dewasa ini perusahaan pembuat kamera telah memproduksi berbagai kamera bawah air berukuran kecil yang cocok untuk para snorkeler beberapa di antaranya adalah Nikon Coolpix AW100, dan Olympus Stylus Tough 8010.
Waktu terbaik untuk menikmati snorkeling adalah di saat air sedang surut dari jam 3 atau 4 sore hingga beberapa saat sebelum matahari terbenam.
Jaringan internet Telkomsel Simpati, Telkom Speedy tersedia di kota Manokwari. Wisatawan juga bisa menggunakan fasilitas wifi yang disediakan oleh sejumlah hotel besar di kota ini. Jika Anda snorkeling dan mengambil foto-foto bawah air di Pulau Raimuti, Anda bisa langsung membagikannya kepada teman-teman di Facebook, Twitter ataupun blog.
Makan Ikan Bakar
Di malam hari, Anda bisa menikmati ikan bakar atau sate ayam di daerah Kalinda Manokwari. Jika Anda ingin makan soto atau sate, pergilah ke halaman parkir Klinik Felisia di Jalan Merdeka. Anda bisa menikmati sate ayam yang lezat rasanya.
Butuh Informasi lebih lanjut?
Tentu tulisan pendek ini belum cukup untuk memberikan penjelasan yang mendetail tentang Manokwari. Jika ingin bertanya, silahkam menghubungi saya lewat email di peace4wp@gmail.com