Thursday, May 16, 2013

Pemandangan kota Manokwari

Kemarin saya memandu 3 orang Australia (berkebangsaan Belanda) dan 1 orang Belanda. Kami keliling kota Manokwari yang memanjang di tepi Teluk Dore. Daerah pertama yang kami jelajahi adalah kawasan Reremi. Rumah-rumah yang ada di kawasan ini sebagian besar merupakan bangunan peninggalan Belanda. Dua dari pelancong yang saya dampingi ini pernah tinggal di kota Manokwari hingga tahun 1962. Memang pada zaman itu, kota Manokwari didiami oleh ribuan orang Belanda. Kini setelah bertahun-tahun tinggal di Eropa dan di Australia, mereka kembali lagi ke Manokwari untuk bernostalgia. Kami berusaha mencari rumah tempat mereka tinggal namun tidak berhasil menemukannya karena sudah banyak rumah peninggalan zaman Belanda yang dimodifikasi atau dibongkar dan dibangun baru.
Setelah itu kami berangkat menuju Manggoapi yang juga merupakan kawasan pertanian yang dikembangkan oleh orang-orang Belanda. Kami menuju sebuah bukit yang menghadap Teluk Dore. Berdiri di bukit tersebut, saya bisa menyaksikan pemandangan kota Manokwari yang menakjubkan. Saya lalu menyalakan kamera dan mulai mengambil gambar kota Manokwari yang diapit di sebelah kanan oleh Pegunungan Arfak dan hutan hujan tropis yang hijau tua di Gunung Meja. Birunya laut di Teluk Dore menjadikan daerah ini sebagai kota yang layak dikunjungi oleh wisatawan. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 20 menit di sana sambil memotret pemandangan, kami pun melanjutkan perjalanan ke kawasan Litbang untuk melihat bunga anggrek yang berwarna-warni di rumah seorang Belanda yang bernama James.
Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat memiliki sejumlah tempat wisata yang bersejarah seperti Tugu Jepang di Gunung Meja dan Situs Pendaratan Ottow dan Geissler di Pulau Mansinam. Namun di mata para wisatawan asing, ekosistem hutan hujan tropis merupakan daya tarik utama untuk berkunjung ke Manokwari. Pegunungan Arfak telah lama dikenal oleh wisatawan sebagai destinasi penjelajahan hutan dan pengamatan satwa liar terutama burung surga. Wilayah pantai utara juga memiliki sejumlah sungai yang menarik untuk dijelajahi. Beberapa di antaranya adalah Sungai Pami dan Sungai Asai. Jika Anda tertarik untuk menikmasi wisata alam di Manokwari, silahkan menghubungi saya. oleh Charles Roring/ E-mail: peace4wp@gmail.com

Saturday, May 4, 2013

Festival Budaya di Manokwari

Delegasi dari Pegunungan Arfak
Setiap tanggal 4 hingga 6 Februari kota Manokwari selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Pada saat itu, masyarakat berbagai penjuru Tanah Papua berkumpul di kota ini untuk menghadiri hari ulang tahun pekabaran injil sekaligus festival budaya. Meskipun demikian, perayaan ini tetap terbuka bagi siapa saja dari berbagai latar belakang agama maupun golongnan untuk melihat festival budaya tersebut. 
Pada tanggal 4 dan 6 Februari Sore, wisatawan dan penduduk kota berkumpul di jalan-jalan utama di kota Manokwari untuk melihat festival budaya yang menghadirkan berbagai kelompok masyarakat yang menari dengan pakaian adat mereka masing-masing. Ada ratusan suku yang hidup di tanah Papua. Oleh karena itu, pakaian tradisional, lagu-lagu serta tarian adat yang mereka pentaskan juga berbeda-beda. Festival budaya Manokwari adalah perayaan tahunan yang terbesar karena diikuti oleh hampir seluruh suku yang ada di Papua dan bahkan dari luar.
Delegasi Masyarakat Batak
Karena kegiatan ini sudah menjadi agenda tetap maka setiap tahun jumlah wisatawan asing yang berasal dari Eropa semakin bertambah jumlahnya. Khusus pada tanggal 5 Februari, ribuan orang pergi ke Pulau Mansinam yang menjadi lokasi pendaratan pertama bagi dua misionaris Eropa yang bernama Otto dan Geissler. 
Semua rangkaian Festival Budaya yang ada di Manokwari mendapat perhatian besar dari pemerintah dan masyarakat. Festival ini terbuka bagi semua orang dari berbagai latar belakang suku dan agama di Indonesia maupun di dunia yang ingin melihat kekayaan budaya masyarakat Papua. Jika Anda tertarik ke Manokwari untuk menyaksikan festival budaya ini, pesanlah tiket se dini mungkin. Demikian pula dengan penginapan. Selama minggu pertama bulan Februari, banyak kamar hotel yang dipenuhi oleh wisatawan.

Di mana letak Manokwari
Manokwari adalah ibukota Provinsi Papua Barat. Kota ini secara geografis berada di ujung barat Teluk Cendrawasih dan berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik

Bagaimana pergi ke sana?
Pada umumnya, wisatawan yang hendak berkunjung ke Manokwari menggunakan pesawat udara. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Jakarta - Makassar - Sorong - Manokwari dengan jadual yang teratur antara lain: Wings/ Lion Air, Sriwijaya Air dan Express Air. 
Beberapa kapal PELNI juga singgah di Manokwari. Silahkan berkunjung ke website masing-masing perusahaan penerbangan dan PELNI untuk memperoleh jadual dan harga tiket yang tepat.

Hotel
Ada sejumlah hotel berbintang di kota Manokwari seperti Mansinam Beach hotel, Hotel Triton serta Swiss-Belhotel. Banyak wisatawan asing yang lebih memilih hotel atau penginapan murah yang banyak terdapat di kota ini antara lain Penginapan Kagum. Masih banyak hotel yang tidak saya sebutkan satu per satu di blog ini, pembaca dipersilahkan untuk melakukan pencarian di Google dengan kata kunci hotel di Manokwari.

Atraksi Wisata Lainnya
Atraksi lain yang bisa dinikmati di Manokwari adalah:


  • Berenang sambil melihat keindahan terumbu karang (snorkeling)
  • Pengamatan burung surga
  • Penjelajahan hutan
  • Sepeda gunung
  • Olah raga memancing
  • Piknik di sungai
  • Berkemah di hutan
  • Penjelajahan gua (caving) 
  • Wisata ke daerah Pegunungan Arfak
  • Pementasan Tarian dan Lagu Tradisional
  • Kunjungan ke seniman-seniman untuk membeli suvenir.



Jika Anda masih membutuhkan informasi yang lebih terperinci tentang Festival Budaya di Manokwari, silahkan menghubungi saya lewat email: peace4wp@gmail.com.