Monday, December 21, 2015

Musim Durian di kota Manokwari

Durian adalah buah tropis yang sangat terkenal di Indonesia. Kalau lagi musim durian, kita bisa menikmatinya dengan harga yang sangat terjangkau. Kebetulan saat ini di kota Manokwari sedang ada musim durian. Buah berduri ini sudah mulai ditawarkan di pasar, di emperan pertokoan sejak awal bulan desember. Banyak orang membelinya karena harganya relatif murah dari 5 ribu rupiah per bulan hingga 30 ribu per buah.
Durian di kota Manokwari
Pertengahan desember ini, musim buah durian sedang mencapai puncaknya. Karena jumlahnya yang sangat banyak di kota ini, buah durian pun dijual ke kota lain menggunakan kapal penumpang Pelni. Nampaknya petugas kapal Pelni seperti KM. Dobonsolo, KM. Labobar dan yang lainnya bisa memaklumi antusias penumpang yang memborong buah durian di pelabuhan. Sebenarnya ada juga buah lain yang berlimpah di pasar seperti rambutan. Tapi cita rasa buah durian yang manis dengan baunya yang khas dan agak tajam lebih dicari para pembeli.
Perlu diperhatikan oleh siapa saja yang gemar makan durian:
  • Durian memiliki kadar gula yang tinggi sehingga banyak orang yang mempercayai bahwa buah ini bisa menjadi pengganti obat kuat dalam menyuplai energi.
  • Buah durian adalah buah yang panas, jadi tidak disarankan untuk dimakan oleh ibu hamil terutama yang kehamilannya masih muda. Di samping itu pula, kalau seseorang yang kebanyakan makan durian di malam hari akan sulit tidur karena merasa badannya panas. 
Saya pernah dihubungi oleh seorang wisatawan Italia yang ingin ke Papua khusus untuk makan durian. Padahal, setahu saya mayoritas orang barat kurang menyukai buah durian karena baunya yang menyengat terutama jika ditaruh di tempat tertutup. Kebetulan sekarang masih banyak durian di kota ini, jika Anda berminat untuk makan durian yang banyak, terbanglah kemari. Oleh Charles Roring untuk indonesia-jalan.blogspot.com

Friday, August 21, 2015

Berwisata di Hutan Hujan Tropis Tambrauw

Suasana perkemahan di tepi Sungai Cuan di Kabupaten Tambrauw
Hutan hujan tropis Papua Barat kaya akan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, kita semua perlu melestarikannya dengan tidak merusak atau mengotorinya. Salah satu cara untuk membantu masyarakat lokal dalam memperoleh pendapatan alternatif tanpa menebang pohon adalah lewat program eko-wisata.
Di Kabupaten Tambrauw ada sebuah sungai yang bagus sekali untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Namanya Sungai Cuan. Sungai ini memiliki bantaran yang datar sehingga mudah sekali untuk dijelajahi. Sungai Cuan bisa dicapai dengan naik kendaraan 4WD selama 4 jam dari kota Sorong. Wisatawan yang hendak pergi ke sana bisa membangun tenda-tenda di pinggir sungai. Air sungai yang jernih merupakan lokasi berenang yang menyegarkan.
Burung Kakaktua Putih
Di samping berenang, wisatawan bisa melihat atau mengamati beragam spesies burung-burung Papua. Beberapa di antaranya adalah Cendrawasih, kakaktua putih, kakaktua raja, taun-taun, dan bangau. Selain burung, hutan hujan tropis di dataran rendah dari Pegunungan Tambrauw ini kaya dengan berbagai jenis serangga terutama kupu-kupu dan kumbang. Salah satu yang unik bentuk maupun warnanya adalah kumbang Eupholus schoenherri.
Kumbang Eupholus schoenherri
Hutan merupakan habitat alami bagi berbagai tanaman yang memiliki fungsi sebagai tanaman pangan, tanaman obat, tanaman hias maupun bahan konstruksi. Oleh sebab itu, ekowisata yang tidak merusak hutan, perlu kita kembangkan dengan baik.
Kegiatan berkemah di hutan Papua sudah sering dilakukan oleh wisatawan asing khususnya dari Eropa. Saat malam berkemah di hutan, mereka bisa menikmati suara gemericik air yang mengalir, kicauan burung dan ayunan dahan maupun ranting pohon yang ditiup angin. Semua ini merupakan nyanyian alam yang mampu memberikan menyegarkan kembali ketegangan pikiran orang-orang kota yang stress dengan pekerjaan mereka di kantor atau kerumitan hidup di kota.
Pegunungan Tambrauw berada di antara Sorong dan Manokwari
Biaya untuk bepergian dan berkemah di bantaran Sungai Cuan memang tergolong mahal sekali. Harganya tergolong mahal karena bisa mencapai 10 juta untuk 2 orang selama 5 hari/ 4 malam. Ini termasuk biaya transport pergi pulang dari kota Sorong dengan kendaraan 4WD, bahan makanan, penyediaan peralatan berkemah (tenda, kasur udara, alat masak maupun alat makan), biaya untuk pemandu lokal, tukang masak, serta kontribusi bagi masyarakat kampung.
Jika, Anda tertarik untuk berkemah di Sungai Cuan, silahkan menghubungi saya lewat hp: 081332245180 atau email: peace4wp@gmail.com.