Wisata Alam di Sungai Dopi

Sunday, November 11, 20120 comments


Pemandangan alam yang indah di Sungai Dopi merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Sudah beberapa kali saya ke sana bersama-sama dengan turis Belanda, Amerika Serikat, Belgia dan Inggris. Kami berjalan kaki dari daerah pinggiran kota Manokwari selama dua jam untuk mencapai sungai itu. Ada sebuah tenda sederhana yang telah dibangun oleh para pemburu khusus untuk wisatawan yang mau menginap di hutan selama beberapa hari. Hutan hujan tropis yang tumbuh di kedua sisi Sungai Dopi memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi sekali. Ada beberapa spesies burung yang suka diamati oleh wisatawan, di antaranya adalah kakaktua, taun-taun dan burung cendrawasih/ burung surga. Spesies Cendrawasih yang paling sering dilihat di sana adalah Paradisaea minor. Warna bulunya adalah kombinasi coklat, hijau, kuning, dan putih. Dalam pengembangan program ekowisata di Kabupaten Manokwari ini, sengaja saya libatkan para pemburu untuk memberikan alternatif pekerjaan kepada mereka agar burung-burung surga dan satwa liar yang dilindungi tersebut tidak diburu lagi. 
Di samping burung surga, hutan hujan tropis di sungai Dopi memiliki sejumlah species bunga yang indah warnanya, antara lain: anggrek tanah (Spathoglottis plicata) dan bunga glory vine (Faradaya splendida). Bunga glory vine biasanya tumbuh di tepi sungai karena tumbuhan ini memerlukan air yang banyak. Bunga ini harum sekali baunya. Selain itu penampilan bunga glory vine cukup indah dipandang mata. Setiap wisatawan yang lewat di dekat bunga itu akan berhenti sejenak untuk menciumi keharumannya. 
Waktu yang terbaik untuk menikmati wisata alam di Sungai Dopi adalah antara bulan Maret hingga September. Cuaca pada saat itu tergolong baik. Wisatawan yang hendak berkunjung ke Sungai Dopi harus mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. T-shirt yang terbuat dari kain kapas merupakan pilihan yang tepat. 
Di malam hari suasana sekitar hutan cukup "menyeramkan" bagi pelancong yang baru pertama kali berkemah di dalam hutan belantara. Namun, di mata para pencinta alam, suasana malam di hutan belantara merupakan hal yang begitu romantis. Jauh dari keramaian kota, para pelancong bisa melihat ribuan langit yang bertaburan bintang di angkasa, dan suara jangkrik yang bersahut-sahutan diiringi gemericik air sungai. 
Sebagai penerangan, saya telah menyiapkan beberapa buah rechargeable lamps. Selain itu, api unggun dibuat pula di pinggir kemah untuk mengusir nyamuk. Peralatan memasak dan makan seperti kuali, spatula, sendok, garpu, gelas dan piring telah kami siapkan di perkemahan sehingga wisatawan tidak perlu membelinya di kota. 
Jika Anda tertarik untuk berkemah beberapa malam di tepi Sungai Dopi, silahkan menghubungi saya, Charles Roring dengan e-mail: peace4wp@gmail.com untuk membantu merencanakan perjalanan Anda ke sana.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Jelajah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger